Kode Produk Babi - HOAX

dipersembahkan oleh ylsvtr on Sunday, May 15, 2011

Emm barusan gw nge-post artikel tentang kode lemak babi yang ada di produk-produk makanan Indonesia. Tapi gw juga menemukan artikel yang mengatakan kalo berita itu cuma bohong, tapi di sumbernya tercantum artikel itu dibuat tahun 2006, ini dia artikelnya...


Seorang pembaca (Dhemi P) meneruskan sebuah email yang menurutnya adalah email berantai yang berisi informasi yang salah. Email ini menceritakan bahwa pada makanan yang dijual terdapat kode-kode tertentu. Dan konon, kode-kode ini menandakan bahwa makanan tersebut mengandung lemak babi.
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pagawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Perancis dan Shaikh Sahib bekerja bekerja di badan tersebut bagian QC, karenanya dia mengetahui berbagai bahan makanan yang dipasarkan.
Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah-istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode tersebut pada seorang Perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab “KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA”. Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada.
Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia. Hampir seluruh negara barat termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya di mengerti oleh Badan POM , sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut di awali dengan E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biscuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multivitamin dan masih banyak lagi produk makanan & obat-obatan lainnya. Semenjak produk-produk di atas banyak dikonsumsi negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu, kekerasan dan seks bebas (kumpul kebo).
Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini dengan kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut dibawah ini mengandung LEMAK BABI antara lain:
E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904
Pesan ini saya perhatikan sudah beredar secara meluas, termasuk di antaranya di situs Halalguide milik MUI.
Namun jika kita perhatikan lebih lanjut, kode-kode tersebut adalah E Number, yaitu standar penamaan aditif makanan yang berlaku di Uni Eropa. Menurut Wikipedia, yang dimaksud dengan kode-kode tersebut di atas adalah sebagai berikut:
  • Kategori pewarna:
    • E100: kurkumin atau turmerat
    • E110: sunset yellow, orange yellow
    • E120: cochineal, asam karminat, natural red
    • E140: klorofil dan klorofilin
    • E141: kompleks tembaga dengan klorofil dan klorofilin
    • E153: karbon hitam, karbon sayuran
  • Kategori pengawet:
    • E210: asam benzoat
    • E213: kalsium benzoat
    • E214: etilparaben
    • E216: propilparaben
    • E234: nisin
    • E252: natrium nitrat
    • E270: asam laktat
    • E280: asam propionat
  • Kategori antioksidan, penjaga kadar keasaman
    • E325: natrium laktat
    • E326: kalium laktat
    • E327: kalsium laktat
    • E334: asam tartarat
    • E335: natrium tartrat
    • E336: kalium tartrat
    • E337: natrium kalium tartrat
  • Kategori pemekat
    • E422: gliserol
    • E430: polioksitena (8) stearat
    • E431: polioksitena (40) stearat
    • E432: polioksitena (20) sorbitan monoaularat
    • E433: polioksitena (20) sorbitan monooleat
    • E434: polioksitena (20) sorbitan monopalmitat
    • E435: polioksitena (20) sorbitan monostearat
    • E436: polioksitena (20) sorbitan tristearat
    • E440: pectin
    • E470: garam garam magnesium, natrium, kalium dan kalsium dari asam lemak
    • E471: gliserida dari asam lemak
    • E472: ester dari gilserida dari asam lemak
    • E473: ester sukrosa dari asam lemak
    • E474: sukrogliserida
    • E475: ester poligliserol dari asam lemak
    • E476: poligliserol poliricinoleat
    • E477: ester propana/propilena dari asam lemak
    • E478: ester asam lemak terlaktilasi dari gliserol dan propana
    • E481: natrium stearoil-2-laktilat
    • E482: kalsium stearoil-2-laktilat
    • E483: stearil tartrat
    • E491: sorbitan monostearat
    • E492: sorbitan tristearat
    • E493: sorbitan monolaurat
    • E495: sorbitan monopalmitat
  • Kategori penjaga kadar keasaman, zat ‘anti-caking’
    • E542: fosfat tulang
    • E570: asam stearat
    • E572: magnesium stearat, kalsium stearat
  • Kategori penyedap rasa
    • E631: dinatrium isosinat
    • E635: disodium 5′-ribonukleotid
  • Lain-lain
    • E904: shellac
(kesalahan penerjemahan adalah kesalahan saya sendiri, sumber utama adalah artikel E number di Wikipedia)
Dari daftar tersebut sekilas dapat kita lihat ada beberapa zat generik, yang sumbernya bisa saja bukan berasal dari babi.
Untuk lebih memastikan keabsahan daftar ini, saya melakukan tabulasi silang antara daftar tersebut dan daftar aditif non-vegetarian yang disusun oleh VeggieGlobal.com, sebuah situs aktivis vegetarian. Dari sini dapat diketahui bahwa di antara zat-zat tersebut yang sudah pasti berasal dari hewan (belum tentu babi) hanyalah: E120, E542, E631, E635. Sedangkan yang mungkin berasal dari hewan adalah: E153, E252, E270, E325, E326, E327, E422, E430-E436, E470-E478, E481-E483, E491, E492, E493, E495, E570, E572, E904.
VeggieGlobal.com juga menyatakan keyakinannya bahwa zat yang tidak disebutkan di dalam daftar tersebut aman dikonsumsi oleh kaum vegetarian. Dengan demikian, sepanjang pengetahuan VeggieGlobal, zat-zat berikut ini sudah pasti tidak berasal dari hewan dan dengan demikian sudah pasti tidak berasal dari babi: E100, E110, E140, E141, E210, E213, E214, E216, E234, E280, E334, E335, E336, E337, E440.
Selain itu, penelusuran lebih lanjut terhadap yang orang-orang katanya adalah sumber dari tulisan tersebut –Anjad Khan dan Shaikh Sahib– tidak menghasilkan sesuatu yang dapat mengkonfirmasikan kebenaran pesan tersebut.
Tanpa adanya referensi yang dapat mengkonfirmasikan hal tersebut, saya hanya dapat berkesimpulan jika ini hanyalah sebuah hoax belaka. Sayangnya situs HalalGuide dari LPPOM-MUI adalah salah satu yang menjadi korban dari hoax ini.
Update: HalalGuide menghapus artikel tersebut. Informasi yang lebih akurat tentang E-code dan kehalalan dapat dilihat pada artikel Daftar Kode E dan Kehalalannya

source : http://priyadi.net/archives/2006/12/27/hoax-kode-produk-babi

{ 2 komen nih...... read them below or add one }

info lomba said...

trims banget gan. Cos saya jg sedang cari info ini

Yola Svtr said...

iya gan sama-sama

Post a Comment