Sinopsis Drama Korea - Pink Lipstick

dipersembahkan oleh Yola Svtr on Saturday, December 31, 2011

Lagi seneng nonton serial drama Korea ini di Indosiar. Bulan Januari lalu emang udah pernah diputer film ini tapi waktu itu gak pernah nonton, oke ini dia sinopsisnya.


Drama Korea Pink Lipstick

Drama Korea Pink Lipstick - satu lagi Indosiar menayangkan drama Korea yang bertema Fashion yaitu pink Lipstick, setelah sebelumnya ada drama yang juga bertemakan yang sama yaitu Drama Korea Style.

Sinopsis Film Drama Korea Pink Lipstick – Serial Korea memang banyak ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya diseluruh dunia khususnya di Indonesia. Indosiar sebagai salah satu televisi swasta yang konsisten menayangkan Serial Drama ini kembali akan menayakan Serial terbaru mereka yaitu Film Drama Korea Pink Lipstick yang menggantikan Serial My Girlfriend is a Gumiho. Serial Televisi ini sebenarnya sudah tayang pada tahun 2010 yang lalu tepatnya mulai 11 Januari 2010 sampai dengan 6 Agustus 2010.
drama korea, korean drama, drama korea pink lipstick
Foto pemain Pink Lipstick

Cerita dan Sinopsis dari Film Drama Korea Pink Lipstick terbaru ini yaitu bercerita tentang Drama Romantis dan kekeluargaan. Cerita nya dimulai ketika seorang wanita bernama Yoo Ga Eun (diperankan oleh Park Eun Hye) yang merupakan seorang yang baik hati. Yoo Ga Eun berpacaran dan lalu menikah dengan pacarnya bernama Park Jung Woo (diperankan oleh Lee Joo Hyun). Tetapi pada suatu hari hatinya hancur karena mendapati Suaminya itu telah berselingkuh dengan sahabatnya sendiri bernama Kim Mi Ran (diperankan oleh Seo Yoo Jung).

Yang lebih menyedihkan bahwa terungkap ternyata anak angkat yang selama ini mereka adopsi adalah anak dari hubungan Suaminnya dengan Kim Mi Ran sahabatnya sendiri. Mulai dari situ Yoo Ga Eun sangat benci dan menaruh dendam yang amat sangat kepada Sang Suami dan Sahabatnya ini. Kemudian Yoo Ga Eun akhirnya bercerai dengan Kim Mi Ran dan menikah lagi dengan Maeng Ho Geol (diperankan oleh Dok Go Young Jae) yang merupakan pengusaha yang kaya raya yang bergerak di bidang usaha pakaian.

Walaupun sudah menikah lagi, Yoo Ga Eun masih memiliki dendam yang sangat besar kepada Mantan Suami dan Sahabatnya tersebut. Dengan kekayaan yang dimiliki oleh Suaminya, Yoo Ga Eun berencana untuk menghancurkan Park Jung Woo dan Kim Mi Ran.

Pada suatu hari Yoo Ga Eun bertemu dengan Ha Jae Bum (diperankan oleh Park Kwang Hyun). Ha Jae Bum ini merupakan seorang pria yang sangat mencintai Yoo Ga Eun, walaupun Ga Eun sudah menikah. Nah untuk Sinopsis dan Cerita Lebih lanjutnya supaya seru silahkan nonton Serial Drama Terbaru Film Drama Korea Pink Lipstick di Indosiar pukul 14.00 WIB.

Pemeran dan Pemain Film Drama Korea Pink Lipstick

Park Eun Hye sebagai Yoo Ga Eun
Nam Il Woo sebagai Yoo Dong Gook (father)
Kim Young Ran sebagai Jung Hae Shil (mother)
Moon Ji Yoon sebagai Yoo Sung Eun (brother)
Kim Min Jwa sebagai Yoo Young Eun (sister)
Lee Joo Hyun sebagai Park Jung Woo
Oh Mi Yeon sebagai Han Bun Nyeo (mother)
MayBee sebagai Park Jung Hee (sister)
Kim Soo Jung sebagai Park Na Ri (Jung Woo & Mi Ran’s daughter)
Seo Yoo Jung sebagai Kim Mi Ran
Yoo Ji In sebagai Jung Mal Ja (mother)
Park Kwang Hyun sebagai Ha Jae Bum
Dok Go Young Jae sebagai Maeng Ho Geol (owner, Taeyang Apparel)
Sung Woong sebagai Maeng Seo Jin (Ho Geol’s son, Jae Bum’s friend)

Serial Drama Pink Lipstick ini sendiri memiliki 149 Episode, yang terdiri dari Episode awal, Episode 1 , Episode 2, Episode 3, Episode 4, Episode 5, Episode 6, Episode 7, Episode 8, Episode 9, Episode 10, Episode 20, Episode 25, Episode 30 , Episode 40 , Episode 50 , Episode 51 , Episode 60, Episode 68, Episode 67, Episode 70, Episode 73, Episode 77, Episode 83, Episode 80, Episode 89, Episode 121, Episode 130, Episode 136, Episode 148 dan Episode terakhir atau Episode 149.

Tentu Episode serial televisi ini memiliki cukup panjang Episode seperti halnya Serial Televisi You Are My Destiny. Banyak para penggemar yang menganggap bahwa Episode yang panjang akan membosankan penonton, tetapi ada juga yang menyukainya, maka dari itu tergantu persepsi dan kesukaan masing masing Korean Lovers.

sumber
More aboutSinopsis Drama Korea - Pink Lipstick

Lirik lagu AKB48 - Heavy Rotation

dipersembahkan oleh Yola Svtr on Tuesday, December 20, 2011



1! 2! 3! 4!

I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
atama no naka
gangan natteru MUSIC
HEAVY ROTATION

 
 POPCORN ga hajikeru yoo ni
'suki' toyuu moji ga odoru
kao ya koeo omou dake de
ite mo tatte mo irarenai
konna kimochi ni narerutte
boku wa tsuite iru ne

I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
kimi ni ae te
dondon chikazuku sono kyori ni
MAX HIGH TENSION

I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
HEART no oku
janjan afureru itoshi sa ga
hebii rooteeshon

hito wa dare mo isshou no uchi
nan kai aiseru no darou
tatta ichido wasurerarenai
lyricsalls.blogspot.com
koi ga deki tara manzoku sa
sonna tokimeki wo kanji te
hana wa hokorobu no kana ?

I FEEL YOU!
I TOUCH YOU!
I HOLD YOU!
yume no naka de
dandan ookiku natte yuku
boku no IMAGINATION

I FEEL YOU!
I TOUCH YOU!
I HOLD YOU!
kono omoi wo
binbin tsutaette hoshii kara
HEAVY ROTATION

itsumo kii te ta
Favorite Song
ano kyoku no you ni
zutto kurikaeshite ni-juu-yon jikan
kimi dake REQUEST chuu~

I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
kimi ni ae te
dondon chikazuku sono kyori ni
MAX HIGH TENSION

I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
HEART no oku janjan afureru itoshi sa ga
HEAVY ROTATION
HEAVY ROTATION
More aboutLirik lagu AKB48 - Heavy Rotation

Contoh Naskah Drama Komedi

dipersembahkan oleh Yola Svtr on Thursday, December 15, 2011

Naskah Drama
New Emon
Disadur dari buku New Emon;Oben  Cedric dengan pengubahan

Pemainê

Bella Soang: Vampir indo yang berkekuatan super, kaya, vegetarian, gampang jatuh cinta dan periang (Neri Efriza Yanti )
Emon      : Edward Montok, seksi, popular, jago basket, agak lembek, dari keluarga miskin.
          (                               )
EL        : Euis Lousiana, baik, suka makan cendol.
          (Ulfa Ulfiah)
Edward    : Edi Wardiman, mantan vampire muda, culun, tapi ganteng a.k.a cool (                   )
Tukiman   : Kembaran Tukimin, anak dance.
          (                                )
Tukimin   : Kembaran Tukiman, jago basket, ganteng, tinggi, suka otomotif, agak lembek.
          (                                )
Jesicca   : Serigala Betina a.k.a Werewof, sinis, berambisi, memiliki kekuatan superduper, terlihat baik kepada Emon. (Royzattul H. Utami)
Mona      : Anak buah Jesicca I, serigala muda, sok galak, cool a.k.a kuli. (Dita Risnia)
Lisa      : Anak buah Jesicca II, serigala muda, sangat kuat. (Sherly Silvia)
Jesper    : Sepupu Bella yang memberikan pengelihatan.
          (Anton Nasrulloh)
Ibu       : Emaknya Bella Soang (Lia Mustika D.Ayu)


Penjual kantin : Khpiruddin
Murid di dalam kelas :
1.
2.
3.
Werewof 4 & Werewof 5:
1.
2.

VO Bella
“ Hai, namaku Bella Soang. Vampir cewek yang gampang jatuh cintrong kalo ngeliat cowok yang ***. Setelah patah hati sama Edward Culun, aku ngungsi ke papua. Ehh, enggak aku sangka, di sekolah baru aku ketemu lagi sama Edward lain dengan *** sama ***. Namanya Edward Montok alias Emon. Tapi aku enggak ngotot jadian sama Emon, sampai aku tahu kalo nyawa orang yang aku sayang itu dalam bahaya… “

Adegan #1 : Latar di kantin sekolah
(Bella: Ehem, suasana siang itu di kantin sekolah aku Sindang Heula tampaknya sama seperti biasa, dimana suasana ramai dengan bau keringat dimana-mana. Dan di sini, di kursi ini aku duduk diam, bukannya enggak punya duit buat jajan secara aku orkay, orang kaya. Aku enggak bisa makan makanan manusia biasa, aku cuma makan salad sayur sama jus jengkol. Ehh, lagi asyik-asyik ngelamun jadi artis, datang Mona dan Lisa musuh aku. Entah mengapa mereka begitu sinis denganku)
Mona   : (menghampiri Bella)”Heh, ngapain lo duduk disini? Tempat gue sama Lisa, nih. Lagian elo enggak jajan, kan? Udah pergi. Atau duduk dilantai aja hahaha…”
Bella    : “Buh, ngelunjak banget, Mon. Kenapa gue enggak boleh duduk disini? Udah gue booking nih tempat sama Bu Darsem pemilik kantin mewah ini.”
Mona   : ”Yee, kursi yang lo dudukin itu udah gue kentutin dari dulu. Udah tercetak nama gue dan tanda tangan kepala sekolah untuk men-sahkannya. Jadi itu kursi milik gue.”
Lisa      : (duduk disamping Bella)”Ssssttt… Kok sendirian aja? Enggak iri sama itu?”(menunjuk Emon dan Jesicca yang baru masuk ke panggung sedang jajan es balon sama chiki tsubasa)
Bella    : “Emon?”
Mona   : (tertawa)”Yaa, kasian cowoknya diambil orang. Jelas Emon lebih milih bos kami daripada elo. Secara dia cantik walaupun orang asli sini, daripada lo indo blasteran Zimbabwe-Suriname haha.”
Bella    : “Enak aja, gue blasteran Kanada-Sunda kayak Arumi Bachsin. Lagian Emon bukan cowok gue.”
Lisa      : “Lihat tuh, aduh mesranya bos kita Mon. Kapan ya saat purnama tiba?”
Bella    : (bengong)”Purnama? Emang kenapa kalo purnama?”
Lisa      : (pucat)”Ehh eng.. enggak apa-apa kok, hehe… Eh, kemana tadi bos Jesicca? Kok ngilang kayak power ranger? Ayo Mon, kita susulin.”(menarik tangan Mona)
Mona   : (sambil berlari)”Makanya jangan keceplosan ngomong…”
Bella    : “Heh, mau kemana. Tadi ngusir gue sekarang malah kabur… Gue sedot juga ntar darah kalian.”

(Narator: Saat Bella kembali dengan lamunannya, datang Euis Lousiana alias EL dan Tukimin, mereka terlihat mempunyai hubungan khusus)

EL        : (duduk disamping Bella)“Euy, neng Bella ngapain sendirian disini? Tadi gue panggil-panggil lo enggak sahutin. Ibarat Sayur tanpa garam.”
Bella    : “Apaan, gue Cuma mau sendiri, gue kan makhluk penyendiri. Dan gue enggak mau ngeganggu kesenangan lo dengan Tukimin.”
Tuki     : (tersenyum dan duduk di samping EL)”Enggak ganggu lah, kita kan cuma teman biasa aja. Sama kayak gue sama lo, Bel.”
EL        : (cemberut mendengar ucapan Tukimin)
Bella    : (melirik EL)”Buktinya EL cemberut tuh, Haha…”
EL        : (pura-puran senyum)”Cemberut? Senyum gini gue, huu buta lo Bel.”
Tuki     : “Eh seriusan deh, kenapa nama panggilan lo EL? Apa lo anaknya Dani Ahmad sama Maia Estianty yah?”
EL        : “Lah kok tau? Tapi nama ayahku Dani Murdani dan ibuku Maya Saring.”
Bella    : (tertawa)
EL        : “Heh enggak usah pake ketawa. Lo sama Emon apa kabarnya?”
Bella    : “Kabar apa ?”
Tuki     : “Alah lo, Bel. Lo sama Emon kan jadian.”
Bella    : “Tau dari mana?”
Tuki     : “Gosip girl, tau dari Tukiman, tau dari papan pengumuman.”
Bella    : (bangkit berdiri penuh dramatis)”Aku dan Emon tak punya hubungan apapun. Kami hanya berteman, sama seperti kalian, walaupun EL terlalu berharap banyak, sama seperti Jesicca dan Emon, sama seperti Tom and Jerry. Kami tidak seperti Galih dan Ratna yang menjalin Cinta ataupun Romi dan Julia yang cinta sehidup semati.”
EL        : (bangkit sama seperti Bella)”Sama saja dengan kami, aku dan Tukimin hanya teman biasa, walaupun aku mencintainya tapi kami tak bisa lanjut. Aku tak pernah tau apa alasannya, biarlah begini adanya tanpa dipertanyakan karena kutahu ini semua takkan membuatmu berpaling. Ibarat sayur tanpa garam.”(menatap Tukimin)
(Backsound: Sia, My Love)
Tuki     : “Sebenarnya, aku bisa saja mencintaimu dan memacarimu Euis Lousiana, namun aku tak sanggup jika harus mengubur cintaku pada sahabatmu, jujur aku tak sanggup.”
EL        : (kaget)”Tukimin? Kamu cintanya sama siapa?! Sahabatku?”
Tuki     : “Sama dia.”(menunjuk Bella)
EL        : “APA ?!!! Tak kusangka tega sekali kau !”(kabur)
Bella    : “EL, mau kemana lo? Tukimin? Apa betul lo suka sama gue?”
Tuki     : “Hah? Ya enggaklah, gue kan Cuma ngetes EL doang. Lagian lo bukan tipe gue.”
Bella    : “Yee… Siapa juga yang suka sama lo, gue isep juga ntar ubun-ubun lo.”
Tuki     : “Ampun…”









Adegan  #2 :  Latar ruang kelas.

(Emon: Hhh, agak males aku jalan sama Jesicca. Badannya bau sih, apalagi kalau ngomong, wah bisa pingsan. Tapi apa boleh buat, aku dan keluargaku hutang budi sama keluarganya. Dalam hal materi aku memang kurang tapi kalau prestasi apalagi basket, aku juara. Dan sekarang aku sedang berada di kelas, bersama Jesicca, Mona-Lisa dan Tukiman, sedang membicarakan traveling ke Amrik lusa nanti…”)

Jess       : “Yey, terwujud juga nih agenda eskul jalan-jalan jajan. Asyik kan, kita liburan ke Amerika. Gimana menurut kalian?”
Emon   : “Gue sih iya-iya aja, masalah pergi atau enggak gue bingung. Lagi gak punya duit sih.”
TukA   : “Ibarat Langit dan Bumi, kalau masalah uang mah gampang Mon, yang penting lo niat pergi. Kan ada Jesicca yang orang kaya, bisa lo utangin dulu hehehe…”
Jess       : “Iya, Mon. Gue pinjamkan uang, kok.”
Lisa      : “Kalau gitu, gue juga pinjem duit dong Jess, lagi bokek nih. Yah pinjem 15 juta ajalah buat belanja baju.”
Mona   : “Gue juga Jess, ngutang berapa yah, 3 juta ajalah buat jajan.”
TukA   : “Kalau gitu gue juga mau ngutang lah, ehm 7 juta 500 ribu aja untuk bayar judi.”
Jess       : “Heh, apasih kalian ini. Ngaco, gue kan Cuma nawarin Emon doang. Gimana menurutmu, Mon?”
Mona   : “Ya, itu aku pinjem 3 juta aja.”
Jess       : “Emon, Edward montok ya, bukan Mona Ratu Ular.”
Emon   : “Ehm… Enggak deh kayaknya, soalnya gue minjem juga gak tau cara ngembaliinnya. Lagian liburan Cuma 2 hari kan sayang banget duit 50 jutanya.”
Jess       : “Kalau gitu, lo ambil jatah kursi gratisan gue aja. Gue kan pengurus eskul jalan-jalan jajan. Nah gue ntar bayar sendiri aja. Jadi lo gak usah mikirin biaya untuk pergi ke Amerika.”
Lisa      : “Guenya Jess, jadi diutangin, gak?”
Jess       : “Enggak, heh kita ini bangsawan yah. Jangan bikin malu gue dong. Udah sini, kalian semua gue daftarin tapi pakai uang masing-masing, yah. Lo, Tukiman, saudara lo si Tukimin, mau ikut, gak?”
TukA   : “Gue ikut, dia juga harus ikut lah, tapi gaktau juga ntar gue tanyain dulu. Tapi catat aja nama gue dan dia.”
Jess       : “Oke, jadi gue, Emon, Mona-Lisa, Tukiman-Tukimin. Sip, udah hampir penuh, nih tempatnya. Amerika, We’re Coming !”
Emon   : “Bella dan teman-temannya udah kamu daftarin belum?”

(Tiba-tiba Bella masuk ke kelas, sendirian.)

Emon   : “Bella, Bella kamu mau ikut jalan-jalan ke Washington, gak?”(Emon menghampiri Bella)
Bella    : “Oh, pengumuman itu, yah. Aku ikut kalau EL dan kamu ikut. Tapi EL kayaknya lagi ngambek gara-gara Tukimin. Jadi aku galau nih mau ikut apa enggak.”
Emon   : “Udah ikut aja, ada aku, kok.”
Jess       : (berdehem)”Ehem, ini ada sms dari EL katanya dia ikut jalan-jalan. Dan sayangnya, dia enggak mencantumkan nama lo Bel, di smsnya. Dan jatah kursinya juga udah abis, Jadi gimana, nih?” (Jesicca tersenyum sinis)
Emon   : “Aduh, kalau kamu enggak ikut, aku juga enggak ikut, nih.”
Jess       : “Waduh, enggak bisa gitu, Mon. Kamu harus ikut, kan ada aku. Lagian kamu kan udah dapet kursi gratisan. Masa mau nolak rezeki.”
Bella    : “Iya, Mon. Kamu ikut aja, aku bisa pergi sendiri naik pesawat.”
Jess       : :Maaf, kalau yang pergi sendiri enggak boleh gabung sama rombongan.”
TukA   : “Jesicca mulut lo bawel, ya. Ibarat Langit dan Bumi. Nih, Tukimin sms, katanya dia enggak ikut. Mau latihan dance katanya. Jadi jatah kursinya Tukimin buat Bella Soang aja.”
Mona   : “Betul itu, Deal. Daripada Emon enggak jadi ikut bakal gagal rencana kita di pertemuan…”
Jess       : “Mona diem…”
Mona   : “Maaf…”
Lisa      : “Ayo kita keluar aja, ayo Mon, Lisa. Tukiman.”
(Mereka berlalu dengan sinis)
Emon   : “Bella, besok aku kerumahmu, ya…”
Bella    : “Emang kamu tau alamatku?”
Emon   : “Aku tau, bukan alamat palsu, kok.”




Adegan #3 : Latar rumah Bella

(Bella:  Inilah rumahku, seram. Maklum aku kan Vampir. Aku jarang sekali mengajak teman main kesini sampai-sampai mama kira aku enggak punya teman. Hhhmm… EL akhirnya berhenti ngambek, malah sekarang dia udah jadi sama…Tukiman. Ckckck Katanya sih, Tukiman ngasih kiriman bunga gitu, padahal salah alamat tapi namanya udah jodoh ya mau gimana. Nah, ini ada bunyi bel pasti itu Emon, dia udah janji mau kesini.)

Bella    : “Iya tunggu.”(membuka pintu)”Jesper? Tumben kamu kesini.”
Jesper: “Hehe… Emang aku enggak boleh kesini, Bel. Pasti kamu lagi nungguin Emon, yah. Siapa tuh Emon?”
Bella    : “Heh, kamu jangan seenaknya baca fikiran aku, yah. Aku panggilin tante dulu, yah. Kamu mau minum apa?”
Jesper: “Ah, aku Cuma sebentar kok, Bel. Aku Cuma mau kasih tau kamu tentang penglihatanku. Kamu kan tau aku punya bakat vampire melihat masa depan, nah akhir-akhir ini aku melihat kamu, orang yang kamu cintai, segerombol werewolf, kebun  kopi dan patung Liberty.”
Bella    : “Waduh, Negara bagian Washington? Besok aku kesana mau travelling sama temen-temen sekolah. Jangan-jangan maksud penglihatan kamu itu Emon. Tapi siapa gerombolah werewolf itu?”
Jesper: “Aku juga belum tahu, Emon yah. Btw, kok nama dia Emon, sih? Apaan Emon?”
Bella    : “Emon itu Edward Montok.”
Jesper: “Wah, Edward lagi Edward lagi, hati-hati kamu ketemu Edward di Amerika.” (tersenyum)
Bella    : “Emang Edward ada di Amerika?”
Jesper: “Hehe… Enggak tau, yah. Udah ah, bentar lagi Emon datang. Aku pulang dulu, ya. Dadah, salam buat tante.”
Bella    : “Huu Jesper kamu belum jawab pertanyaanku.”
(Jesper lalu menghilang dalam kegelapan dan munculah Emon)
Emon   : “Assallamuallaikum, hai Bella. Barusan ada yang datang, ya?”
Bella    : “Hai Emon, iya itu sepupuku Jesper. Ayo silahkan masuk.”

(Emon dan Bella duduk di sofa, datang ibu Bella membawa makanan)

Ibu       : “Hai, Emon. Silahkan dimakan ini kerupuk jengkol dan jus jengkolnya, Maaf Cuma ini soalnya kami vegetarian.”
Emon   : “Eh iya, tante. Ehmm enggak usah repot-repot kok.”
Ibu       : “Bella, tadi ada Jesper, ya? Dia bilang apa tentang penglihatannya?”(percakapan berbisik)
Bella    : “Iya, Ma. Ya gitu katanya aku diserang sama werewolf di Washington. Tapi aku enggak tau jadi kenyataan apa enggak.”
Ibu       : “Kamu harus hati-hati pada werewolf, mereka punyak kalung ijo namanya Kriptononus penyimpan kekuatan bulan purnama jadi mereka tambah kuat. Oke, nak?”(berbisik)
Bella    : “Baik, Ma. Udah mama masuk aja lagi ke kamar nonton Putri Yang Tertukar.”

(Ibu tersenyum pada Emon lalu masuk ke kamar.)

Bella    : (duduk di sofa)”Hehe… Ayo, silahkan dicicipi hidangannya. Semuanya kesukaanku, nih. Tapi aku udah kenyang tadi ngemil kerupuk jengkol.”
Emon   : (menelan ludah)”Iya, aku cicipi nanti. Hem, aku kesini sebenarnya mau bertanya sama kamu, Bel. Tapi kamu jangan marah, ya?”
Bella    : (heran)”Kenapa aku harus marah?”
Emon   : (menyerahkan sebuah kalung)”Ini kalungmu, kan. Aku dapat sewaktu kamu nolongin aku waktu aku diceburin sama geng Nero waktu pertama kali kita kenal. Aku lupa ngembaliin karena tadinya mau aku jual, keliatannya kalung mahal sih. Hehehe… Waktu aku perhatiin, di kalung ini tertulis tahun 1716, waduh ngeri juga berarti umur kalung ini udah 295 tahun, dong. Kamu dapet ini dari mana?”
Bella    : “Eh kalungku, ehm ya ini. Ehm, ini kepunyaan turun temurun dari nenek buyutku yang orang eropa Mon. Kami memang punya tradisi menurunkan barang kepunyaan seperti perhiasan, baju, rumah dll.”
Emon   : “Oh gitu, ehm aku kira kamu ini sejenis vampire. Habis kamu kuat banget sih, apalagi waktu nolongin aku waktu itu.”
Bella    : “Aku memang Vampir.”
Emon   : “Hah?”
Bella    : “Yee, ketipu kamu hehehe… Udah sana kamu pulang, udah malem nih, besok kan kita mau ke Amerika.”
Emon   : “Oke, aku pulang dulu, yah. Eh Bel, boleh minta tolong enggak?”
Bella    : (mengangguk)
Emon   : “Minjem duit dong, dua rebu aja untuk ongkos angkot tadi duitnya abis dibeliin gorengan laper, sih.”
Bella    : “Kalau laper bawa kerupuk jengkol sama jusnya ini.”
Emon   : “Hehe, makasih. Duitnya aja boleh, enggak?”
Bella    : (merogoh kocek)”Ehm, ini aku adanya lima ribu, gimana?”
Emon   : (merebut uang di tangan Bella) “Wah, makasih ya, Bel. Dadah, aku pulang.”
(meninggalkan rumah Bella)
Bella    : (tersenyum menatap kalungnya)”Kalau kamu tau aku ini apa, kamu masih mau temenan sama aku lagi enggak ya? Atau kamu rela jadi vampir muda demi aku, sama kayak Edward. Duh ngapa aku mikirin Edward sih, ahhh….”





Adegan #4 : Latar Amerika
(Emon:Hore, akhirnya nyampe juga di Amerika, tepatnya di Negara bagian Washington. Kata orang sih, negrinya para werewolf alias manusia serigala. Agak takut juga sih, tapi untung ada Jesicca yang kelihatannya lebih galak dari serigala. Hem, sayang gue jadi enggak bisa bareng sama Bella, nih. Kayak sekarang, gue diapit sama gengnya Jesicca, Mona dan Lisa Untung enggak ada Tukiman dan EL huh…)

Mona   : “Yey yey, sampe juga kita di sini. Hem, udah lama gue enggak nyium segarnya oksigen di sini. Lisa, ayo sini kita berdua poto-poto dulu yey.”
Jess       : “Heh, mona. Enggak usah pake acara poto segala. Kamu udah nelfon pak kepala suku, belum?”
Lisa      :  (memegang handphone) “Udah Jess, tadi aku yang nelfon pak tua itu. Katanya iya-iya aja. Mangsanya bawa ke sana aja ntar kita tinggal dikasih komisi.”
Jess       : “Beres-beres, sip.”(mengacungkan kedua ibu jari).
Emon   : (celingak-celinguk) “Jess, capek juga ya perjalanannya. Bella mana, yah? Kok aku enggak lihat dari bandara tadi.”
Jess       : “Ahh, enggak usah ngurusin Bella deh. Mending lo ikut gue aja, yok. Mona-Lisa, ayo tangkap dia.”
Mona   : “Aduh, plis bos. Siang-siang gini? Ntar ada yang curiga gimana?”
Jess       : “Udah, nurut ajalo. Gue juga pengen poto-poto, nih. Lo bungkus aja ini bocah.”
Emon   : (panik)“Jesicca, maksud lo apasih? Bungkus apa?”
Jess       : ‘Bungkus elo, Mon.”(tertawa sinis)
Emon   : “Waduh bener kan firasat gue.”

(Mereka bertiga lalu mengikat Emon dan membawanya pergi, lalu Bella, EL dan Tukiman masuk ke panggung.)

Bella    : “Aduh, Emon mana, yah? Hhhmm… Sms dari Jesper nakutin ajasih. Jangan-jangan Emon udah ketangkep lagi.”
EL        : “Bella, lo kenapa, Bel? Emon mana?”
Bella    : “Itu dia, udah gue telfon enggak diangkat, di sms gak dibales. Huh, ditelefon enggak bisa disms enggak dibales, apasih maumu ?”(nyanyi)

(Tiba-tiba datang sesosok cowok tampan, EDWARD !)
Ed        : “Bella? Kamu disini?”
Bella    : “Edward, kamu ngapain disini?”

(Mereka berdua terdiam, backsound : All I believe In)

Bella    : “Ehm… EL, Tukiman, ini Edward Culun temanku.”
ELTuk: “Nice to meet you.”
TukA   : “Och, pantesan, sama-sama Edward.”
EL        : (menarik tangan Tukiman)“Ehm, Bel. Gue sama Tukiman mau ke sana dulu, yah. Take Care.”

(EL dan Tukiman pergi.)

Ed        : “Ehm, Bella, sudah lama kita tidak berjumpa. Bahkan kita tidak pernah smsan atau telfonan. Kamu juga enggak confirm aku di FB. Apa kabar, Bel?”
Bella    : “Kabarku baik, aku pindah enggak jauh dari Lampung, tepatnya di Papua.”
Ed        : “Oh jadi kabar yang aku dapat salah dong. Katanya kamu ganti nama jadi Bu Muslimah terus nyamar jadi guru SD di Belitung.”
Bella    : “Bukan. Sempat juga sih beberapa bulan nyamar jadi tukang sate. Tapi enggak nyaman banget sama bau asepnya mana yang beli cuma sedikit. Akhirnya, aku nyamar jadi anak sekolah lagi.”
Ed        : “Kalau kamu enggak ninggalin aku, enggak akan serumit itu.”
Bella    : “Aku harus ninggalin kamu karena…”
Ed        : “Aku kembali jadi manusia?”
Bella    : “Ya.”
Ed        : “Bukankah sebelumnya aku juga manusia?”
Bella    : “Ketika vampir muda beralih jadi manusia, maka resiko selanjutnya adalah tidak bisa berubah jadi manusia lagi. Maksudku, kalau kamu jadi vampir lagi, karena sengaja ataupun enggak, maka enggak ada lagi kesempatan untuk jadi manusia.”
Ed        : (Edward menunduk)
Bella    : “Kamu lagi ngapain disini?”
Ed        : “Aku lagi nyambi kerja jadi manajer perusahaan tempe disini.”
Bella    : “It’s cool” (ada sms masuk, Bella terkejut)
Ed        : “Ada apa?”
Bella    : “Jesper, kamu ingat? Sepupuku. Ia melihat masa depanku, Emon ditangkap oleh 3 werewof betina dan akan dibawa ke Amerika Utara.”
Ed        : “Suku Quileute{baca: KU-LI-UT}. Bahaya, bangsa Vampir enggak boleh masuk wilayah mereka.”
Bella    : “Benar, mumpung mereka masih di perempatan lampu merah. Aku mau susulin mereka.”
Ed        : “Aku temani kamu, ya. Udah mau malam, nih. Aku khawatir sama kamu. Lagian pergi sama kamu kan lebih enak malem-malem. Enggak perlu pake taksi, diajak nangkring di patung Liberty juga aku mau hehe…”
Bella    : “Dasar kamu Edi Wardiman.”
(Mereka berdua menghilang)




Latar #5 : Latar Hutan kecil

(Edward: Ketemu Bella di Amerika, tiba-tiba ada kejadian penculikan dan aku ikut dengannya. Ngomong-ngomong, Emon itu siapa, kok aku sampai lupa nanya, langsung ikut aja. Apa Bella udah nemuin pengganti aku? Duh galau, nih… Apalagi ngeliat 3 ekor werewof betina lagi ngerubungin seorang manusia yang ehm, cukup ganteng tapi masih gantengan aku,sih . Apa dia Emon?)

(Narator: Jesicca dan Mona-Lisa terlihat sedang mengerubungi Emon yang terikat pasrah. Lalu muncul Bella seorang diri, Edward ia tinggal dibelakang, Bella mengkhawatirkan jika terjadi apa-apa dengan Edward)

Jess       : “Udah gue duga, lo tuh Vampir betina ! Apa maksud elo ngikutin gue kesini?”(teriak Jesicca)
Bella    : “Heh Sri gue kesini karena nyawa Emon terancam!”
Jess       : “Kenapa gue dipanggil Sri? Elo pasti naksir Emon, kan? Dasar Vampir ganjen!”
Bella    : “Lepasin Emon, dia enggak bersalah.”
Jess       : “Hah, seenaknya aja. Gue enggak akan bebasin dia. Keluarga dia tuh udah dibantu secara materi sejak lama sama gue. Sekarang saatnya gue nuntut balas kebaikan gue sama mereka. Gue akan ngambil darah Emon buat persembahan kami ke kepala suku.”
Emon   : “Jesicca ! Ternyata elo penjahat, ya ! Tau gini, gue enggak akan nerima semua tawaran kebaikan elo !”

(Mereka berdua bertarung, sampai akhirnya, Jesicca tersungkur)

Bella    : “Gimana? Nyerah?” (Bella berjalan mendekati Emon)
Mona   : “Stop! Kamu boleh bawa dia. Tapi gantinya cowok ini!” (datang sambil membawa Edward Culun)
Ed        : “Sori, Bella. Mereka nangkap aku.”
(Mona dan Lisa lalu mengikat Edward di dekat Emon)
Jess       : “Nah, pilih mana yang akan kamu bawa! Sisanya… Satu lagi harus kamu gigit biar jadi vampir!”
Bella    : (terdiam menatap Emon dan Edward)
Jess       : “Gue hitung sampai tiga, ya.”
Bella    : “Enggak bisa sampai sejuta ngitungnya?”
Jess       : “Satu…”
Bella    : “Kalau gue milih Emon, Edward akan jadi vampir selamanya.”
Mona   : “Dua…”
Bella    : “Kalau gue milih Edward, berarti Emon akan jadi vampire muda. Ya, masih bisa berubah jadi manusia lagi, sih.”
Lisa      : “Ti…”
Bella    : “Biarin Edward lepas!”
Jess       : “Bagus, sekarang gigit Emon!”

(Bella menghampiri Emon yang ketakutan, Ia lalu mulai menggigit leher Emon, akhirnya Emon mulai terkena virus Vampir dan langsung kejang-kejang mengalami transformasi yang sangat dahsyat)

Bella    : “Sekarang, lepasin Edward!”

(Bukannya dilepas, Edward malah ditarik oleh Mona dan Lisa, sementara Jesicca menghalangi Bella)

Bella    : “Woy, jangan curang!”
Jess       : “Bukan werewof kalau enggak curang.”

(Bella menerjang Jesicca yang ada dihadapannya, namun dengan cepat Lisa menendang kaki Bella hingga ia terjerembab. Sepertinya susah menghadapi 3 Vampir betina yang agak ganas ini.)

Ed        : “Bella ludahi gue. Cepat !!!”

(Bella pun meludahi Edward, dengan cara ini Edward yang mantan Vampir muda akan dengan mudah berubah menjadi Vampir dewasa yang sudah tumbuh taring di gusinya walaupun hanya 5 menit prosesnya)

Ed        : “Ayo, lawan kami.”
Bella    : “Ed, rebut kalungnya Ed !”

(Edward merebut kalung itu, seketika kekuatan Jesicca menjadi berkurang. Namun tiba-tiba datang beberapa werewolf lain. Terjadilah pertarungan sengit 2 lawan 5)

Ed        : “Curang lo bawa pasukan”
Jess       : “Udah gue bilang, buka werewolf kalau enggak curang namanya.”

(Akhirnya, berkat keuletan dan bakat lahiriah yang dimiliki oleh Bella dan Vampir Edward, 5 werewof betina itu pun berhasil dikalahkan)

Bella    : “Hei, kalian bangsa werewolf. Kalian telah melanggar kesepakatan untuk tidak mengorbankan manusia dari bangsa lain. Copotlah kepala suku kalian yang suka mabuk-mabukan itu. Kalau tidak, pengadilan makhluk-makhluk halus yang akan bertindak.”
Jess       : “Ampun suhu, ampun…”

(Para werewolf pun pergi dengan pasrahnya dan menghilang)
(Bella dan Edward menemui Emon yang sedang terkulai lemas)

Emon   : “Bella, kamu Vampir?” (berkata dengan pelan)
Bella    : “Iya, sama seperti kamu, dan Dia.” (menatap Edward)
Ed        : “Ini yang namanya Emon? Edward Montok?”
Bella    : “Wah kamu sudah bisa membaca fikiran orang lain, yah.”
Ed        : (tertawa)




Adegan #6 : Latar di bandara x.

(Edward: Aku udah berubah lagi jadi Vampir. Kulakukan demi Bella. Tapi aku takut, takut kehilangan Bella yang tampaknya juga mencintai Edward yang montok itu, apalagi sekarang ia telah menjadi Vampir, mudah-mudahan ia enggak betah jadi Vampir.)

Ed        : “Jangan lupa elo udah jadi Vampir. Enggak usah berusaha tidur, enggak bakal bisa. Tapi nanti elo bakal mengalami hal-hal yang nyenengin awalnya. Persis kayak gue dulu.”
Emon   : “Ya, mudah-mudahan.”
Ed        : “Tapi elo masih bisa berubah jadi manusia kalau mau, asal belum tiga bulan.”
Emon   : “Gue piker-pikir dulu.”
Bella    : “Dan jangan kena sinar matahari dulu. Pakai Sun Block, kacamata item, pakaian harus ketutup rapat kalau siang hari. Kalau ada apa-apa telpon ke HP ku aja.”
Emon   : “Baiklah, ehm Bel, gue kok jadi kepingin banget minum jus jengkol, yah?”
Ed        : “Oh, itu karena elo digigit sama Vampir Vegetarian kayak Bella yang tiap hari minum jus jengkol.”
Emon   : “Pantes waktu itu Ibu kamu ngasih hidangan serba jengkol. Aduh, aku mau cari tukang jualan Jus dulu, nih. Haus banget, bye.”
Bella    : “Hati-hati, Mon. I love you.”
Emon   : (tersenyum melambai lalu memonyongkan bibirnya :* )
Ed        : “Bella, jadi sekarang aku udah jadi Vampir tulen, nih?”
Bella    : “Iya, kamu nyesel?”
Ed        : “Enggak sama sekali. Cuma aku masih belum kepikiran kalo aku jadi Vampir, tapi enggak jadi pacar kamu, Bella.”
Bella    : “Maksudnya?”
Ed        : (menatap sayu)“Kamu udah ngelupain cinta aku, kan? Kamu sekarang lebih milih Emon, kan?”
Bella    : “Nggg…”(mikir)
Ed        : “Kalau kamu memang mencintai Emon sih enggak apa-apa. Itu hak kamu. Dia mungkin lebih yahud ketimbang aku.”
Bella    : (menatap Edward)“Aku juga masih cinta kok sama kamu, Ed.”
Ed        : (terkejut)“Serius? Aku mau, kok. Diduain sama kamu Bel, di dunia Vampir kan poligami boleh, ya hehe…”

(Tiba-tiba datang El, Tukiman dan Tukimin)

EL        : “Bella, lo enggak kenapa-napa, kan? Kenapa tadi malem lo ngilang gitu, sih. Hape lo kemana lagi, ditelfon kok gak aktif?”
Bella    : “Gue baik-baik aja, oh Hape gue dijambret orang. Nah, ini kenapa ada Tukimin?”
EL        : “Hehe, iya. Gue sempet mikir, Ibarat sayur tanpa garam, kalau gue bisa buy 1 get 1 kenapa gak gue terima tuh rezeki. Dengan kata lain. Gue akan berpoligami dengan Tukiman dan Tukimin, asyiiiikk…”

(Bella dan Edward saling pandang, tiba-tiba Emon datang dan langsung mengigit EL yang abis makan jengkol dan dimulailah proses transformasi dari manusia biasa menjadi Vampir muda)

Bella    : “Emon, apa yang kamu lakukan?!”
Emon   : “Maaf, Bel. Habis EL bau jengkol, sih. Jadi aku gigit aja dia.”



J TAMAT J

(Backsound)
Bella    : “Yey selesai deh drama XI IPS 1 nya, jangan nyesel yah nonton drama kita-kita. Apalagi ada akunya. Bella Soang sang Vampir kucrut jatuh cintrong.
Emon   : “Hush, Bella. Mereka nonton drama ini karena ada aku Edward Montok yang jago ngupil. Hehe, makasih ya udah pada nonton sampe abis, hati-hati tuh yang pada kesemutan.”
Ed        : “Gue Edi Wardiman alias Edward, selain main drama New Emon anak X1 IPS 1 gue juga pernah maen pelem Harry Potter: The Goblet of Fire jadi Cedric Gregory tapi di pelem itu gue berhasil dikalahkan oleh Voldemort yah gue gak dapet jatah maen di Harry Potter and the Deathly Hollow dech…
Bella    : “Apasih Ed sok eksis, lo !”
Emon   : “Iya, makasih sono sama XI IPS 1, sama penontonnya juga.”
Ed        : “Iye, iye… Thank you yah penonton, jangan lupa nonton pelem terbaruku Remember Me, cari di tukang kaset bajakan aja, murah cuma 5 rebu…”
Bella    : “Hheeehh iyea iyea bawel…”
EL        : “Dan aku Euis Lousiana sekarang telah menjadi Vampir muda yang cantik jelita hahaha, mudah-mudahan si Emon atau Edward jadi kepincut sama gue, amin…”
Bella, Emon, Edward, EL: DADAH PENONTON !!!!



PS : INI NASKAH GAK JADI DIPAKE GARAGARA ABSURB "'
More aboutContoh Naskah Drama Komedi
Thankssss for the visit !!! Finally I get 20000 visitors since April 2011. Yep, I don't know exactly how many people have been visit my Blog since 2009 by the way,


THANKS I'M HAPPY :)